Salah satu dari nama Alquran adalah “ruh”, ( Q.S. As Syu’ara: 52), ini mengindikasikan bahwa alquran bagi individu muslim adalah ikatan kehidupan. Bahkan menjadi syafaat di alam selanjutnya.
Untuk itu kita perlu menghayati apa saja yang menjadikan kita selalu relate (tersambung) dengan alquran.
Berikut kami sarikan sedikitnya, ada 8 langkah agar kita dapat terhubung dengan Alquran dan kita pun dapat menikmati hidangan petunjukNya:
Pertama, (open minded)
Kesadaran dan Keterbukaan hati.
Hal ini penting karena alquran membuka dialognya dengan klaim “laa raiba fih”, tak ada keraguan di dalamnya. Sehingga ini menjadi jaminan bagi jiwa kita untuk tersadar, dan membuka hati untuk menerima riak dari kedalaman lautnya.
Kedua, Self Awarenes yang komplit. Alquran telah merekam gelombang perjalanan kita secara eksistensial, individual dan sosial.
Di sini alquran menjadi jawaban bagi setiap pengembaraan diri dan tabiat sosial kita. Dia datang dengan logika dan argumen yang sejalan dengan sifat manusia. Sehingga alquran menggerakkan kesadaran kita untuk tumbuh dan berkembang dengan fungsi kekhalifahan dan kehambaan.
Ketiga, (Uncovering the truth): Membuka Cakrawala Peristiwa.
Sejatinya kitab suci adalah buku sejarah yang otentik/asli. Dan Alquran menjamin keaslian itu. Bahwa lanskap peristiwa (termasuk peristiwa ghaib) yang disajikan sangat metakognitif, rinci dan lengkap serta bisa dibuktikan dan dieksplorasi.
Keempat, Keep Doing and Learning:
Dari poin ini kita dapat mengambil sikap taat dari setiap perintah dan arahan dalam alquran sesuai keadaan kita dan dengan pendekatan praktis melalui teks hadis sebagai acuan kedua. Misal, perintah shalat dan perintah tidak berlebihan atau perintah berjihad dan mematuhi orangtua dst.
Kelima, Practice by Quran. Disini kita terhubung dengan alquran lewat pengenalan kita terhadap larangan Allah swt. Sebagian besar larangan itu bersifat wajib. Ini juga disandingkan dengan hadis nabi agar tanpa bias.
Keenam, Live by Quran, Mengambil pelajaran, nilai praktis dan alternatif.
Walau alquran bukan sebagai buku praktis, namun ia bagai kilauan mutiara yang bisa dipetik” oleh siapa saja sesuai kadar iman dan harapannya.
Alquran akan berguna bagi seniman, guru, politisi, pekerja biasa atau profesional, atau siapa pun. Alquran membawa hidangan petunjuk, sebagai “hudan” dan “furqan”.
Ketujuh, Deep Learning terhadap konteks ayat kauniyah. Kita akan semakin terhubung dengan Alquran bila memahami konteks setiap ayat, termasuk tentang ayat2 yang terkait dengan awal semesta, gejala benda dan ragam penciptaan serta fenomena alam.
Kedelapan, Deep Access:Akses ke Dimensi tak terhingga:
Dengan membaca (mempelajari) Alquran kita akan terhubung dengan satu “Sumber kesadaran Mutlak. Sehingga kita seakan masuk ke dalam satu dimensi dan berpindah ke dimensi yang lain.
Hal itu terjadi karena kualitas isi dan komposis Alquran itu sangat menakjubkan. Untuk itulah Alquran disiapkan bagi kita, agar dahaga kesadaran kita terpenuhi dan jiwa kita tersambung dengan si Pemilik sadaran.
Demikian 8 langkah yang bisa kita jadikan acuan dalam membangun keterhubungan dengan Alquran. Kita bisa masuk dari urutan mana saja sesuai kesadaran kita terhadap Alquran.()
Taufik sentana. Peminat studi Alquran dan literasi sosial budaya. Penulis Buku Inspirasi 1000 Bulan dan 99 Inspirasi Bahagia. Pengampu studi hadis dan pendidikan agama islam di smpit teuku umar sejak 2016.


